Pembelajaran Bermakna


Kita sebagai guru apalagi profesional dituntut untuk bisa memberikan pembelajaran bermakna untuk peserta didik kita. Dengan pembelajaran bermakna diharapkan tujuan pembelajaran tercpai.Berkaitan dengan Belajar bermakna alangkah lebih baik jika kita mengenal Teori Gagne yang sdh sngat terkenal sebagai pwngwtahuan kita untuk bekal menjadi guru profesional.
Gagne terkenal dengan Teori Kondisi Belajar .
Teori ini menggabungkan 3 komponen yang berbeda:
1. Taksonomi hasil pembelajaran,
2. Kondisi belajar tertentu,
3. dan 9 peristiwa belajar.

Komponen pertama Taksonomi Gagne’s adalah mengidentifikasi hasil belajar. Taksonomi Gagne’s mengandung 5 komponen:
1. Informasi Verbal,
2. Keterampilan Intelektual,
3. Strategi Kognitif,
4. Sikap,
5. dan Keterampilan Motor.
Gagne diusulkan taksonominya dengan asumsi, “bahwa hasil yang berbeda disebabkan kondisi belajar yang berbeda.”

Komponen kedua dari Taksonomi Gagne’s adalah kondisi belajar yang spesifik. Gagne menunjukkan bahwa penting untuk mengkategorikan tujuan pembelajaran sesuai dengan jenis hasil pembelajaran.Dengan melakukan ini instruktur/Guru dapat menyesuaikan instruksi mereka untuk mencapai hasil yang diinginkan, fokus pada apa yang mungkin tidak jelas, dan membuat tujuan instruksional. Dalam taksonominya, Gagne mengidentifikasi “Kondisi khusus Belajar” penting untuk mencapai hasil belajar .Sebagai contoh jika Anda ingin seseorang untuk menghafal daftar kosakata, Anda memberikan isyarat untuk mengingat dan generalisasi.
Gagne terkenal karena sembilan peristiwa instruksionalnya. Beberapa perancang pembelajaran menggunakan
ini saat membuat pelajaran. Peristiwa dapat bervariasi, namun hasilnya tetap harus menjadi sama.
9 peristiwa pembelajaran, yaitu:
1. Gaining Attention; yaitu upaya atau cara kita untuk meraih perhatian siswa.
2. Informing learner of the objectives; memberitahukan siswa tujuan pembelajaran yang akan mereka
capai/peroleh;
3. stimulating recall of prior learning; guru biasa menyebutnya dengan appersepsi, yaitu merangsang siswa
untuk mengingat pelajaran terkait sebelumnya dan menghubungkannya dengan apa yang akan dipelajari
berikutnya;
4. Presenting stimulus; setelah itu mulailah dengan menyajikan stimulus;
5. Providing learning guidance; berikan bimbingan belajar;
6. Eliciting performance; tingkatkan kinerja;
7. Providing feed back; alias berikan umpan balik;
8. Assessing performance; ukur capaian hasil belajar mereka;
9. Enhancing retention and transfer; tingkatkan capaian hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan untuk dicapai
Dengan berdasarkan 9 peristiwa belajar dari Gagne sangatlah tepat jika diterapkan oleh instruktur/guru/dosen untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang selalu dibuat Proses Belajar Mengajar (PBM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: