Cara Penetapan KKM 2011

Berdasarkan Panduan Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah:
A. Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi
yang harus dicapai oleh peserta didik. Kondisi ini meliputi:
1. Guru dapat memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik;
2. Guru kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi;
3. Guru menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan;
4. Peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi;
5. Peserta didik cakap/terampil menerapkan konsep;
6. Peserta didik cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan;
7. Waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan
kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan;
8. Tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai
ketuntasan belajar.
Keterangan: Kompleksitas tinggi didukung oleh 1 – 2 kondisi
Kompleksitas sedang didukung oleh 3 – 5 kondisi
Kompleksitas rendah didukung oleh 6 – 8 kondisi

B. Daya Dukung adalah Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-
masing sekolah. Kondisi ini meliputi:
1. Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai
peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran;
2. Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders.sekolah (Guru mampu
menyajikan pembelajaran dengan baik)
Keterangan
: Daya dukung tinggi didukung oleh 2 kondisi
Daya dukung sedang didukung oleh 1 kondisi
Daya dukung rendah didukung oleh 0 kondisi

C. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di sekolah yang bersangkutan
Penetapan intake berdasarkan Juknis di kelas VII semester ganjil didasarkan pada hasil seleksi pada saat penerimaan peserta didik baru, (Nilai Ujian Nasional/Sekolah) , rapor SD/MI, tes seleksi masuk atau psikotes; sedangkan penetapan intake di kelas VIII dan IX berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya ( Nilai Rapor semester sebelumnya ).
Di MTsN Plandi penetapan intake kelas VII berdasarkan Nilai UASBN, sedang kelas VIII dan IX berdasarkan Nilai Raport semester sebelumnya ( Intake terlampir)

Keterangan: Intake siswa tinggi rentang nilainya = 81 – 100
Intake siswa sedang rentang nilainya = 65 – 80
Intake siswa rendah rentang nilainya = 50 – 64

Contoh penetapan KKM
menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang ditetapkan.

Aspek yang dianalisis Kriteria penskoran
Kompleksitas Tinggi ( 1 ) Sedang ( 2 ) Rendah ( 3 )
Daya Dukung Tinggi ( 3 ) Sedang ( 2 ) Rendah ( 1 )
Intake siswa Tinggi ( 3 ) Sedang ( 2 ) Rendah ( 1 )

Contoh:
Jika indikator memiliki kriteria kompleksitas tinggi ( 1 ), daya dukung tinggi ( 3 ) dan intake peserta didik sedang ( 2 ) , maka nilai KKM-nya adalah:

(1 + 3 + 2)/9 =66,7

Catatan:
1. Nilai KKM harus dalam bentuk Bilangan Bulat, ( dari contoh diatas maka KKM = 67 )
2. Penetapan Nilai KKM dikumpulkan paling lambat tgl 23 September 2011

lebih jelas douwnload kkm-excel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: