Makalah Kepemimpinan

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

 

Manusia adalah mahkluk Tuhan yang paling tinggi dibanding mahkluk yang lain. Manusia dianugerahi  pikiran, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itu seharusnya manusia mampu mengelolah lingkungan yang baik, termasuk kehidupan sosialnya.

Menurut kodrat serta irodatnya bahwa manusia dilahurkan untuk menjadi pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Seperti termaktub dalam Al qur’an surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi “ ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat , sesungguhnya aku akan mengangkat Adam menjadi khalifah di muka bumu. Menurut Bachtiar Surin, perkataan khalifah berarti penghubung atau pemimpin yang memimpin sesuatu.

Seorang pemimpin pendidikan dituntut agar memiliki kemampuan menggerakkan personel satuan pendidikan atau sekolah dalam melaksanakan tugas pembelajaran sesuai prinsip-prinsi pedagogik.

  1. RUMUSAN MASALAH

 

Dari latar belakang yang penulis uraikan,banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain:

  1. Bagaimana hakikat kepemimpinan pendidikan ?
  2. Bagaimana leadership style  dalam pendidikan?
  3. Apa dan bagaimana kepemimpinan yang efektif?
  4. Bagaimana manajemen dalam pendidikan sekolah?

 

  1.  TUJUAN PENULISAN

 

Adapun tujuan penulis  dalam pembuatan makalah kepemimpinan ini adalah:

  1. Untuk mengetahui hakikat seorang pemimpin.
  2. Agar para pemimpin bisa menentukan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan iklim  lembaga pendidikan dan satuan pendidikan.
  3. Agar kepemimpinan  menjadi efektif
  4. Untuk mengetahui manajemen pendidikan sekolah yang baik.

 

  1. METHODE PENULISAN

 

Dari banyak methode yang penulis ketahui, penulis menggunakan methode kepustakaan. Di  era modern ini methode kepustakaan tidak harus pergi keperpustakaan tapi  bisa melalui internet.penulis meggunakan method ini karena lebih praktis, efisien, efektif, dan sangat mudah untuk mencari bahan dan data-data tentang topic atau materi tentang makalah ini.

  1. RUANG LINGKUP

 

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup makalah ini terbatas pada pembahasan kepemimpinan dalam manajemen pendidikan sekolah.

PEMBAHASAN

  1. HAKIKAT  KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN   

Kepemimpinan merupakan inti dari manajemen karena kepemimpinan merupakan motor penggerak dari sumber-sumber dan alat-alat (resources) yang tersedia bagi suatu organisasi. Ini berarti menggerakakan system social sama dengan sifat dan semangat organisasi pendidikan.

Adapun tugas dasar pemimpin adalah membentuk dan memelihara lingkungan di mana manusia bekerja sama dalam suatu kelompok yang terorganisir dengan baik, menyelesaikan tugas mencapai tujuan yang telah ditetapkan, khususnya dalam pengambilan kebijakan dan keputusan.Menurut Gordon (1990) tidak semua orang dapat menjadi pemimpin yang efektif dalam organisasi.oleh karenanya seorang pemimpin hendaknya mengetahui hakikat dari pemimpin pendidikan.

Hakkat kepemimpinan pendidikan  menurut pendapat ahli, antara lain:

1.  Menurut ( Hemphill dan Coons), Kepemimpinan adalah Perilaku seseorangg yang mengarahkan aktivitas suatu kelompok untuk  mencapai tujuan bersama

2.  Menurut  Janda, kepemimpinan adalah suatu jenis hubungan kuasa yang ditandai dengan persepsi anggota kelompok terhada anggota kelompok lainnya untuk berperilaku tertentu.

3.  Menurut Tannebaum, Kepemimpinan adalah  pengaruh interpersonal yang terjadi dalam suatu situasi yang diarahkan melalu proses komunikasi untuk mencapai ujuan tertentu.

4.  Menurut Jacobs, Kepemimpinan adalah interaksi antara orang-orang dimana seseorang memberikan informasi, dan yang lain menjadi yakin bahwa hasilnya akan meningkat apbila mengikuti arahan atau informasi tersebut.

5.  Menurut stoydill, Kepemimpinan adalah inisiasi dan pemeliharaan structur dalamharapan dan interaksi.

6.  Menurut Katz dan Kahn, Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh diatas ketaatanmekanis dengan pengarahan rutin organisasi.

7.  Menurut Rauch dan Behlang , Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok terorganisasi untuk mencapai tujuan

8.  Menurut pncasila, seorang pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh  yang menddorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani

Peran pemimpin dalam pendidikan sebagai figure sangat diperlukan dalam mengambil kebijakan dan keputusan sehinga berbagai persoalan dapat diatasi dalam keadaan yang paling rumit sekalipun.hal ini memungkinkan pemimpin untuk dapat menyelesaikan rencana, maksud dan sasaran organisasi dengan cara ekerjasama dengan oranglain, sehingga tercapai target yang ditentukan.

Untuk memenuhi kriteria sebagai pemimpin pendidikan maka harus visioner agar penyelenggaraan pendidikan mampu merespon kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upayah membangun sumberdaya manusia yang berkualitas dan kompetitif, harus mempunyai kepemiminan yang efektif dalam penentuan kebijakan agar proses pembelajaran yang diselenggarakan pada satuan pendidikan dapat member jaminan proses pelayanan belajar yang berkualitas dan juga mutu lulusan yangkompetitif, harus tepat dalam mengambil keputusan agar semua keputusan yang dimbil adalah keputusan yang dibutuhkan, bukan atas keinginan pihak pengambil keputusan.

Seorang pemimpin pendidikan harus bisa mendelegasikan pembagian tugas dalam mensiasati pencapaian target dapat lebih lincah dan lebih terukur sehingga target dapat dipenuhi sesuai yang ditetapka.dan  mengembangkan  sikap demokratis  agar terjaga kebersamaan dan semangat yang sama untuk memperoleh keberhasilan dan kesuksessan yang maksimal.

  1. LEADERSHIP STYLE DALAM PENDIDIKAN

 

Seorang pemimpin harus mengerti teori-teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang mengerti harus mampu mengartikulasikan visi, meningkatkan komitmen,usaha kualitas dan produktivitas pengikutnya, sehingga organisasi yang dipimpinnya memiliki daya jual dan keuntungan bagi organisasinya.

 Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain:

1.  TRAIT THEORIES ( TEORI-TEORI SIFAT)

      Sifat-sifat kepribadian, social, fisik, dan intelektual yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin.

Keith devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasian kepemimpinan antara lain:

  • Kecerdasan

Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunayai kecerdasan yang tinggi diatas kecedasan rata-rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi.

  • Kedewasaan dan keluasaan hubungan social

Umumnya didalam melakukan interaksi social dngan lingkungan internal maupn eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.

  • Motivsi diri dan dorongan berprestasi

Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tingi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal efektif, dan efisien.

  • Sikap hubungan kemanusiaan

Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.

2.  BEHAVIORAL THEORIES ( TEORI PERILAKU )

       Perilaku spesifik (khusus) yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. Yang meliputi:

  • Ø OHIO STATE:

 – Initiating structure yaitu seorang pemimpin yang lebih menyukai untuk  memahami  struktur nya atau perannya  dan  bawahannya  untuk mencapai tujuan.

Consideration  yaitu seorang pemimpin yang lebih menyukai  mempunyai hubungan kerja yang berkarakter   saling percaya, menghormati gagasan bawahannya dan menghargai perasaan bawahannya.

  • Ø UNIVERSITY OF MICHIGAN STUDIES:

employee oriented  yaitu seorang pemimpin yang menekankan pada hubungan pribadi. Mereka  menggunakan keinginan pribadi didalam memenuhi kebutuhan karyawannya.

production oriented yaitu seorang pemimpin yang menekankan  teknis atau aspek tugas bekerja .perhatian utama nya adalah memenuhi tugas kelompok dan menghargai anggota kelompok.

  • Ø THE MANAGERIAL GRID ; Sembilan kali Sembilan samadengan 81 model kepemimpinan yang berbeda.

–          Concern for people

–          Concern for production

3.  CONTINGENCY THEORIES ( TEORI-TEORI KONTINGENSI)

Pengalaman AL DUNLAP’S demonstrasi kepemimpinan yang berhasil mencerminkan  situasi penyelesaian  dengan menghukum karyawan dengan memotong gajnya di perusahaan. Hal ini tidak  berhasil sehingga gaya kepemimpinan yang tidak efektif ini mengakibatka dia tertembak.

Beberapa kunci pendekatan untuk menjadi sukses dibanding orang lain    dikenalkan  5 pertimbangan yaitu:

1.  Filder model yaitu teori yang efektif  dimana kelompok bergantung pada atasan ada kesesuai antara suatu gaya pemimpin  yang saling berinteraksi dengan para bawahan dan menyetujui adanya pengendalian situasi dan pengaruh dari pimpinan.

    Filder membuat alat least preferred co-worker (LPC) questionnaire yaitu suatu alat yag    bertujuan mengukur apakah seseorang berorientasi pada tugas atau hubungan.

Factor yang menjadi kunci untuk menentukan efektivitas kepemimpinan adalah:

–   Leader-member relations ( hubungan antara anggota dan pemimpin:

    Tingkat kpercayaan dan rasa hormat antara anggota dengan           pemimpinnya

–   Task structure ( struktur tugas):

    Tingkat  pelaksanaan tugas pekerjaan sesuai dengan prosedur.

–   Position power ( posisi kekuasaan):

   Tingkat pengaruh kekuasaan seorang pemimpin dalam merekut,   mendisiplinkan, mempromosikan dan menaikan gaji.

2.  Herse dan situasional blanchard’s mengembangkan model kepemimpinan :

      situational leadership theory (SLT) yaitu suatu teori kontingensi yang memusatkan pada kesiap siagaan pengikut.

3.  Leader – member  exchange (LMX) theory yaitu pemimpin ada didalam kelompok dan di luar kelompok dan para bawahan; dengan- status didalam kelompok akan mempunyai pengharkatan prestasi lebih tinggi, lebih sedikit perputaran, dan  lebih  puas dengan atasan mereka

 

4.  Path-goal theory yaitu  teori dimana  perilaku pemimpin  bisa diterima oleh para bawahan sepanjang mereka memandang pimpinan sebagai sumber baik  maupun  kepuasan masa depan.

5.  Leader-participation model yaitu suatu tori kepemimpinan yang menyedikan rangkaian pengaturan untuk menentukan betuk dan parisipasi  untuk pengambilan sejumlah keputusan di dalam  situasi berbeda.

4.  NEOCHARISMATIC THEORIES

yaitu teori kepemimpinan yang menekankan simbolisme, pendekatan emosional, dan komitmen pengikut setia.

  • Kepemimpinan karismatik yaitu pengikut memberi atribut kepahlawanan dan keistimewaan  dari pengikut kepada pemimpin.

Cirri khas kepemimpinan karismatik adalah:

  1. Visi dan artikulasi yaitu mempunyai visi dalam mencapai tujuan ideal  diharapkan  pencapaian masa depan lebih baik dan mampu menjelaskan pentingnya visi terhadap bawahan
  2. Resiko pribadi yaitu berani mengambil resiko pribadi tinggi,membuat  mahal, dan terlibat dalam pengorbanan diri untuk mencapai visi.

 

  1. Peka terhadap  lingkungan yaitu dapat membuat penilaian sesungguhnya terhadap keterbatasan lingkungan dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai prubahan.

 

  1. Peka terhadap kebutuhan bawahan yaitu  lekas mengerti terhadap kemampuan dan tanggungjawab  untuk keperluan  dan perasaan bawahan.

 

  1. Perilaku yang luar biasa yaitu keterlibatan perilaku yang dirasa seperti novel dan adat istiadat.

 

  • Kepemimpinan transformational: para pemimpin yang menyediakan pertimbangan secara individu dan rangsangan intelektual, dan yang menguasai karisma dengan kepemimpinan transaksional (memandu atau memotivasi para pengikut mereka di dalampencapaian  gol dibentuk dengan menjelaskan peran dan kebutuhan tugas)

 

Ciri khusu kepemimpinan transformational:

  1. 1.   Karisma yaitu menyediakan pengertian visi dan misi, memanggakan, memperoleh penghormatan dan kepercayaan.
  2. 2.   Inspirasi yaitu mengkomunikasikan harpan tinggi, menggunakan symbol untuk memusatkan usaha menyatakan tujuan penting secara sederhana.
  3. 3.   Intellectual stimulus yaitu mempromosikan kecerdasan, rasional dan hati-hati dalam memecahkan msalah.
  4. 4.   Individualized consideration yaitu member perhatian individu,perlakuan masing-masing karyawan secara individu, melatih dan menasehati.

 

  • Kepemimpinan visioner yaitu kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasikan suatu visi menarik yang terpercaya tentang masa depan untuk suatu organisasi atau kesatuan organisasi, yang tumbuh ke luar dan menciptakan hasil.

 

Seorang pemimpin antara yang satu dengan yang lain berbeda baik pengalaman, pendidikan, kondisi lingkungan, pribadi dan lain-lain, karena itu situasi dalam menetapkan dan menentukan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi, terutama dalam konteks pengambilan kebijakan dan keputusan adalah menjadi penting melihat situasi dan kondisi dimana kepemimpinan itu berlangsung.

Gaya kepemmpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu.gaya tersebut bias berbeda-beda atas dasar motivasi, kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu.

Beberapa gaya kepemimpinan ( leadership style) antara lain;

  • AUTHORITARIAN

Yaitu gaya pemipin yang menggunakan kekuasaannya/kewenangannya dalam segala pengambilan keputusan dan pengendalian bawahan tanpa memperhatikan gagasan ataupun perasaan bawahan.

  • DEMOCRATIC

Yaitu pemimpin berkonsultasi dengan kelompok mengenai masalah yang menarik perhatian mereka dimana mereka dapat menyumbangkan sesuatu.gaya demokratis berdasarkan pada pendirian bahwa aktivitas dalam organisasi akan dapat berjalan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan apabila berbagai masalah yang timbul diputuskan bersama  antar pejabat yang memimpin dan pejabat yang dipimpin.

  • AUTOCRATIC

Yaitu pemimpin membuat keputusan sendiri, karena kekuasaan terpusat dalam diri satu orang, ia memikul tangung jawab dan wewenang penuh. Gaya otokratis berdasarkan pada pendirian bahwa segala aktivitas dalam organisasi akan dapat berjalan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan apabila semua itu semata-mata diputuskan atau ditentukan pemimpin. Kepemimpinan ini pada umumnya negative, yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Meskipun demikian , ada juga manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten

  • CONSULTATIVE

Yaitu pemimpin meminta pendapat dan gagasan para bawahan, kemudian menbuat keputusan sendiri setelah mempertimbangkan saran-saran dan perhatian bawahannya yang berupa gagasan atau pendapat tadi.

  • JOINT DECISION

Yaitu pemimpin mengadakan pertemuan dengan bawahanya untuk membicarakan masalah pengambilan keputusan dan membuat keputusan bersama, pemimpin tidak mempunyai banyak pengaruh terhadap pengambilan keputusan final melainkan partisipasi orang banyak.

  • DELEGATIVE

Yaitu pemimpin memberi kewenangan dan tanggungjawab kepada seseorang atau kelompok untuk membuat suatu keputusan, pemimpin biasanya menetapkan batas akhir dalam pengambilan keputusan dan persetujuan  lebih dulu diperlukan sebelum keputusan diterapkan.

  • JOB-CENTERED  (TASK-ORIENTED )

Yaitu seorang pemimpin yang berkonsentrasi  pada perencanaan dan penjadwalan kerja, mengkoordinasi aktivitas bawahan, menyiapkan persediaan dan peralatan  yang diperlukan, dan memberi bantuan teknis serta memandu bawahan untuk mwncapai tujuan yang tinggi tapi terwujud.

  • PEOPLE CENTERED ( RELATIONSHIP-ORIENTED)

Yaitu seorang pemimpin yang mengutamakan kepercayaan dan tindakan tenggangrasa dan ramah, berusaha untuk memahami bawahan gagasan dan memberi pengenalandan pemenuhan  kontribusi untuk bawahan. Pemimpin cenderung melakukan pengawasan secara tertutup/umum dari pada tertutup.

  • SUPPORTIVE

Yaitu seorang pemimpin yang senang tiasa memberi pertimbangan yang diperlukan bawahan , memperhatikan kesejahteraan bawahannya, dan membuat iklim yang ramah di dalam unit kerja.

  • DIRECTIVE

Yaitu gaya pemimpin yang membiarkan bawahan mengetahui apa yang bawahan harapkan untuk dilakukan, member pengarahan khusus, meminta bawahan untuk mengikuti peraturan dan prosedur, menjadwal dan mengkoordinasi pekerjaan.

  • PARTICIPATIVE

Yaituseorang pemimpin yang mengkonsultasikan dan meminta partisipasi bawahan (pendapat dan saran) dalam membuat keputusan, meningkatkan komunikasi , meningkatkan kerjasama, dan memudahkan pengambilan solusi terhadap suatu masalah.seorang pemimpin juga menjadi pemimpin diskusi dan menjaga semangat , konstruktif  dan berorientasi pada pemechan masalah.

  • ACHIEVEMENT ORIENTED

Yaitu gaya pimpinan yang mengatur pencapaian gol,mencari cara meningkatkan capaian, dan memperlihatkan kepada bawahan kepercayaan untuk mencapai prestasi  yang tinggi.

Pada prinsipnya kepemimpinan tidak hanya berkenaan dengan gaya yang ditampilkan oleh pemimpin, karena tidak satu gaypun yang dapat diterapkan secara konsisten pada beragam situasi organisasi. Hal ini disebabkan masing-masing gaya kepemimpinan memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda.

Kepemimpinan selalu memberi kesan yang menarik, karena dalam kepemimpinan diperlukan gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan iklim lembaga pendidikan dan satuan pendidikan untuk memperoleh kwalitas yang diharapkan, jika tidak maka gaya kepemimpinan yang diterapkan harus diubah.

Rahasia keberhasilan bagi seorang pemimpin yang utama adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya yang meliputi: (1)Bersedia mengambil resiko. Kalau berani berbuat begitu maka akan sukses,kura-kura hanya bias berjalan dengan menjulurkan lehernya keluar. Seorang pemimpin juga harus demikian.(2)Selalu menginginkan pembaharuan. Banyak cara untuk memimpin dalam situasi apa saja. Berpikir sebelum bertindak dengan memikirkan  cara yang efektif yang belum pernah digunakan. (3)Bersedia mengurus atau mengatur, seorang pemimpin harus bias mengatur atau mengurus. (4)Punya harapan tinggi Karena jika anda mempunyai harapan tinggi dalam kepemimpinanan, maka anda akan mendapatkan kebenaran itu. (5)Menjaga sikap positip karena sikap positip membantu membuat keputusan untuk bertahan dengan tekat untuk berhasil. (6)Selalu berada dimuka karena pemimpin adalah menarik bukan mendorong.

C. KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN YANG EFEKTIF

Kepemimpinan pendidikan yang efektif memberikan dasar dan menempatkan tujuan pada posisi penting untuk merubah norma-norma dalam program pembelajaran, meninkatkan produktivitas, dan mengembangkan pendekatan-pendekatan kreaif untuk memperoleh hasil yang maksimal dari program institusi pendidikan. Menurut Campbell (1993) menegaskan bahwa pemimpin-pemimpin yang efektif menyususun tujuan-tujuan , sasaran-sasaran, mengatur standar-standar penampilan , menciptakan lingkungan kerja yang produktif, dan dapat dukungan yang dibutuhkan

Faktor-Faktor Kepemimpinan Pendidikan Yang Efektif :

  1. Ketepatan dalam pengambilan keputusan.

Seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan dengan tepat.dalam pengambilan keputusan oleh pemimpin pendidikan proses komunikasi itu terkandung nilai-nilai manusiawi yang secara psikologis dan pedagogis, dapat membawa pada kehidupan social yang tentram dan damai dengan rasa solidaritas social yang semakin kokoh.menurut Mann (1975) pengambilan keputusan yang rasional dalam organisasi harus dilihat dari tujuan organisasi, sumberdaya yang ada, informasi yang lenkap tentang fungsi sitem kerja, pengalokasian sumber dna didasarkan pada prioritas, dan  harus memahami pengelolahan dana. Suatu keputusan dalam penyelenggaraan pedidikan  dikatakan sebagai keputusan yang baik, apabila keputusan tersebut tidak memuat alasan dan tidak perlu pula untuk diadakan kemungkinan untuk naik banding dalam bentuk apapun.karena itu pemimpin pendidikan harus cermat dalam pengambilan keputusan.

  1. Pendelegasian pembagian tugas dengan tepat.

Kepemimpinan pendidikan yang efektif  harus bisa mendelegasikan pembagian tugas atau pekerjaan dengan cara yang yang tepat yaitu sesuai dengan pembidangan organisasi. Pendelegasian adalah pelimpahan wewenang kepada seseorang atau lembaga yang menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan ketentuan institusin yang berlaku. Meskipun tugas-tugas tersebut telah didelegasikan  kepada bawahannya, tetapi control dan tanggungjawab tetap ada pada pemimpin.adapun kualifikasi penerima wewenang berkenaan dengan aspek keahlian, posisi, dan perilakunya dengan mempertimbangkan secara jeklas penentuan formasi tugas, tanggungjawab, prosedur, prospek pengembangan dan pendayagunaannya diarahkan pada internaslisasi prinsip moral dan etika yang menjadi landasan terbangunnya akuntabilitas mereka sebagai pemberi dan penerima wewenang serta menjamin proses penyelenggaraannya benar-benar bergerak sejalan dengan aspirasi masyarakat  yaitu tidak menyimpang dari prinsip-prinsip etika, aturan penyelenggaraan satuan pendidikan, hokum, dan konstitusi Negara.

  1. Mengembangkan sikap demokrasi.

Kepemimpinan yang efektif harus memiliki seorang pemimpin yang mengembangkan sikap demokratis. Menurut  kamus besar bahsa Indonesia (1996)mengemukakan demokrasi adalah gagsan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama atau menjamin kemerdekaan dan persamaan mengemukakan pendapat sebagai satu keseluruhan yang utuh. Factor partisipasi sangat kuat pengaruhnya dalam mencapai kesuksesan tugas seorag pemimpin, semakin banyak partisipasi bawahan dalam suatu kegiatan semakin besar dan dinamis kehidupan kondisi organisasi tersebut.

  1. Visioner

Kepemimpinan efektif harus visioner. Menurut Paters dan Austin (1986) mengemukakan bahwa setiap institusi memerlukan pemimpin yang memiliki visi dan misi atau disebut dengan visioner, dekat dengan pelanggan atau masyarakat yang membutuhkan jasa organisasi pendidikan, memiliki gagasan inovativ yang lua, familiar dan mempunyai semangat kerja yang tinggi.(sallis,1992). Tidak semua tujuan disebut visi. Visi adalah gmabran keadaan sesuatu hal dalam suatu waktu mendatang dapat menjadi kenyataan yang mengandung cita-cita, nilai, semangat motivasi, niat yang jelas, wawasan dan keyakinan.

  1. Perduli terhadap pembaharuan

Kepemimpinan yang efektif juga perduli tentang pembaharuhan. Keperdulian member gambaran bahwa seorang pemimpin cepat bereaksi, tanggap dan mrespon terhadap hal-hal yang dipandang member konstribusi terhadap kualitas institusi yan dipimpinya sebagai bagian dari pembaharuan. Pemimpin yang perduli dalam manajemen pendidikan, memeahami betul bahwa manajemen pendidikan tidak terlepas dari pembaharuan yaitu tuntuan perkembangan ilmu pengetahuan merupakan bagian dari dinamika pendidikan. Akibat dar pembaharuan dan perkembangan ilmu pengetahuan itu menumbuhkan konsekwensi tersendiri bagi pemimpin sebagai pemegang kendali pendidikan.

D. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH

Pemimpin pendidikan sekolah adalah kepala sekolah. Manajemen pendidikan sekolah harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara berkelanjutan. Hal ini merupakan komitmen kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Peranan pemimpin pendidikan sangat penting dalam menentukan operasional kerja harian, mingguan, bulanan, semester, dan tahunan yang dapat memecahkan berbagai problematika pendidikan disekolah. Pemecahan problematika ini sebagai komitment dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan supervise pengajaran, konsultasi, dan perbaikan-perbaikan penting gna meningkatkan kuwalitas pembelajaan.

Dalam satuan pendidikan atau sekolah pada semua jenjang  dan jenis dihadapkan pada persaingan mutu yang kompleks, maka seorang pemimpin pendidikan harus memahami tujuan dan method yang akurat.pemimpin pendidikan harus mengenal kebutuhan para guru dan professional pendidikan lainnya dlam melaksanakan tugas professionalnya kemudian menyediakan kebutuhan tersebut untuk menyesuaikan perilaku yang berorientasi pada tujuan.

Pemimpin pendidikan harus memiliki leadership style  yang tepat sesuai situasi dan kondisi yang mendukung kepemimpinan yang berlangsung, karena leader style  membawa pengaruh positip dan negative terhadap guru, konselor, dan profesi kependidikan lainnya. Pemimpin pendidikan mempunyai kekuasaan yang lebih besar untuk mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan pengelolah sekolah disbanding manajemen pendidikan yang dikontrol pusat. Besarnya kekuasaan tergantung seberapa jauh implementasi MBS (Manajemen berbasis sekolah) dilaksanakan  disatuan pendidikan tersebut. Dalam hal ini pemimpin pendidkian dan seluruh warga sekolah harus menjadi “learning person” seseorang yang senagtiasa berusaha menambah pengetahuan dan ketrampilannya.

Penilaian pemimpin pendidikan adalah penilaian terhadap prestasi dalam penetapan dan pencapaian sasaran yang dapat diverifikasi dan prestasi sebagai pemmpin. Prestasi dinilai dalam konteks bagaimana pemimin pendidikan melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran dan kegiatan sekolah yang bermutu. Penilaiaan kinerja kepemimpinan ini harus kontinu karena menjadi landasan usaha perbaikan dan penyesuaian kembali pada semua sub system sekolah sesuai keperluan prbaikan yang diperlukan. Penilaian kepemimpinan ini merupakan penentu baik buruknya organisasi , program-pogra, pencapaian kegiatan yang ditetapkan.

PENUTUP

A. KESIMPULAN

  1. Hakikat kepemimpinan adalah proses yang melibatkan penentuan tujuan kelompok atau organisasi, memotivasi perilaku tugas dalam mencapai tujuan tersebut, serta mempengaruhi pemeliharaan dan budaya kelompok.
  2. Tidak satu gayapun yang dapat diterapkan secara konsisten pada beragam situasi organisasi. masing-masing gaya kepemimpinan memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda, dalam menetapkan dan menentukan gaya kepemimpinan harus sesuai dengan situasi dan kondisi masalah yang dihadapi, terutama dalam konteks pengambilan kebijakan dan keputusan dimana kepemimpinan itu berlangsung.
  3. Kepemimpinan yang efektif terjadi jika seorang pemimpin pendidikan mampu mengambil keputusan dan pendelegasian pembagian tugas dengan tepat, visioner dan mengembangkan sikap demokratis, erduli denga pembaharuan.
  4. Kepemimpinan dalam manajemen pendidikan sekolah harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara berkelanjutan.

 

  1. SARAN-SARAN
    1. Kepemimpinan dalam manajemen pendidikan seharusnya menekankan pada perubahan yang positip dalam satuan pendidikan, dengan selalu perduli pada sesuatu yang berarti untuk orang lain dan selalu mengerjakan yang benar.
    2. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberi arah dengan merumuskan visi dan misi untuk perubahan dengan mengkomunikasikan visi dan misi sekaligus member inspirasi bagaimana memecahakan masalah. 

 

DAFTAR BACAAN

 

  1. Bahan perkuliaahan kepemimpinan pendidikan, Prof.H. Sonhajdji, M.A,  DI UNIPA surabaya
  2. Leadership in oeganizations, Gary A. Yukl,1989
  3. Organizational Behavior, Stephen P. Robbins,2001
  4. Manajemen of Organizational Behavior, Pail Hersey,1982
  5. Administrasi Pendidikan Kontemporer, Dr.H. Syaifl Sagala,M.Pd
  6. Seni kepemimpinan, William A.Cohen, Ph.D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: